{"id":989,"date":"2026-05-28T17:48:15","date_gmt":"2026-05-28T17:48:15","guid":{"rendered":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/?p=989"},"modified":"2026-05-28T17:48:15","modified_gmt":"2026-05-28T17:48:15","slug":"resep-kue-putu-cara-membuat-kue-tradisional-yang-lezat-dan-mudah-di-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/resep-kue-putu-cara-membuat-kue-tradisional-yang-lezat-dan-mudah-di-rumah\/","title":{"rendered":"Resep Kue Putu: Cara Membuat Kue Tradisional yang Lezat dan Mudah di Rumah"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Kue Putu: Cara Membuat Kue Tradisional yang Lezat dan Mudah di Rumah<\/h1>\n<p>Kue putu merupakan salah satu jajanan tradisional yang memiliki cita rasa unik dan khas dari Indonesia. Terkenal dengan suara khas dari uap yang dihasilkan saat pemasakan, kue putu menyuguhkan sensasi tersendiri bagi para penikmatnya. Dengan tekstur lembut, manisnya gula jawa, dan aroma pandan yang menggugah selera, kue ini menjadi favorit bagi banyak orang. Mari kita telusuri bagaimana cara membuat kue putu yang lezat dan mudah di rumah.<\/p>\n<h2>Apa Itu Kue Putu?<\/h2>\n<p>Kue putu adalah kue tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras kasar yang diisi dengan gula merah dan dikukus dalam tabung bambu. Biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut yang memberikan sensasi gurih. Kue ini memiliki sejarah panjang dalam budaya Indonesia dan sering ditemukan di pasar atau dijual oleh pedagang keliling.<\/p>\n<h2>Bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Sebelum memulai proses pembuatan kue putu, pastikan Anda menyiapkan semua bahan di bawah ini:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>250 gram tepung beras<\/strong><\/li>\n<li><strong>150 gram gula merah<\/strong>serut halus<\/li>\n<li><strong>1\/2 sendok teh garam<\/strong><\/li>\n<li><strong>200 ml air daun pandan<\/strong> (bisa diganti dengan 2 tetes pewarna hijau dan 200 ml air jika daun pandan tidak tersedia)<\/li>\n<li><strong>100 gram kelapa parut kasar<\/strong>kukus sebentar agar lebih tahan lama<\/li>\n<li><strong>Tabung bambu<\/strong> untuk mencetak (atau cetakan lain seperti gelas kecil jika tidak ada)<\/li>\n<li><strong>Daun pisang<\/strong> sebagai alas (opsional)<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah-Langkah Membuat Kue Putu<\/h2>\n<h3>Persiapan Bahan<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p><strong>Membuat Air Pandan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Haluskan daun pandan dengan air lalu saring untuk mendapatkan sari pandan yang berwarna hijau dan harum.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Mempersiapkan Tepung Beras<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Campur tepung beras dengan setengah sendok teh garam dalam sebuah wadah. Taburkan air perasan pandan sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan tangan hingga tepung menjadi lembab dan berbutir, namun jangan terlalu basah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Mengisi dan Membentuk Kue<\/h3>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<p><strong>Menyiapkan Cetakan<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Siapkan tabung bambu atau cetakan lain yang akan digunakan. Olesi bagian dalamnya dengan sedikit minyak agar kue tidak lengket.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Mengisi Kue<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Masukkan sedikit campuran tepung beras ke dalam cetakan, tekan-tekan perlahan. Tambahkan gula merah serut secukupnya sebagai isian, lalu tutup kembali dengan campuran tepung beras sambil ditekan-tekan hingga padat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Proses Mengukus<\/h3>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Mengukus Kue<\/strong>\n<ul>\n<li>Panaskan kukusan dan pastikan air mendidih. Tempatkan cetakan berisi kue dalam posisi berdiri di atas kukusan.<\/li>\n<li>Kukus selama kurang lebih 10-15 menit hingga tepung matang dan gula di dalamnya meleleh.<\/li>\n<li>Setelah matang, keluarkan kue dari cetakan menggunakan bantuan sumpit dan letakkan di atas daun pisang atau piring saji.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Penyajian<\/h3>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Menyajikan Kue<\/strong>\n<ul>\n<li>Taburi kue putu yang sudah dikeluarkan dari cetakan dengan kelapa parut kukus.<\/li>\n<li>Sajikan hangat agar lebih nikmat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips untuk Membuat Kue Putu yang Sempurna<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Menggunakan Daun Pandan:<\/strong> Pilih daun pandan segar dan tumbuk dengan air untuk mendapatkan aroma yang lebih autentik.<\/li>\n<li><strong>Tepung Beras:<\/strong> Gunakan tepung beras yang sedikit kasar untuk mendapatkan tekstur yang benar-benar lembut ketika dikukus.<\/li>\n<li><strong>Gula Merah:<\/strong> Pastikan gula merah diserut halus agar mudah meleleh dan merata saat dikukus.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Membuat kue putu sendiri di rumah ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan bahan yang mudah didapat dan langkah-langkah yang sederhana, Anda bisa menikmati jajanan tradisional yang lezat dan menghangatkan ini kapan saja. Selamat mencoba dan nikmati kue putu bersama keluarga dan teman tercinta!<\/p>\n<p>Dengan mempraktekkan resep kue putu ini, Anda tidak hanya melestarikan kekayaan kuliner Indonesia tetapi juga<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Kue Putu: Cara Membuat Kue Tradisional yang Lezat dan Mudah di Rumah Kue putu merupakan salah satu jajanan tradisional yang memiliki cita rasa unik dan khas dari Indonesia. Terkenal dengan suara khas dari uap yang dihasilkan saat pemasakan, kue putu menyuguhkan sensasi tersendiri bagi para penikmatnya. Dengan tekstur lembut, manisnya gula jawa, dan aroma [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[484],"class_list":["post-989","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-kue-putu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=989"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":991,"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/989\/revisions\/991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/claviculacoffee.id\/article\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}